Business Network

Digital Marketing Katanya Menguntungkan… Tapi Kok Malah Boncos?

Seberapa sering Anda mendengar orang berkata bahwa digital marketing itu menguntungkan? Mulai dari live di Shopee atau TikTok, endorse influencer, pasang Facebook Ads, email marketing, sampai SEO. Semua terdengar menjanjikan. Tapi saat mulai dipraktekkan... ternyata tidak sesuai harapan. Biaya iklan tinggi, hasil penjualan tidak sebanding, bahkan ada yang bilang: “Zonk!”

Lalu muncul pertanyaan: Apakah digital marketing itu salah? Kalau salah, salahnya di mana? Kenapa biaya iklan bisa tinggi tapi hasil minim? Saya ingin efisiensi! Kira-kira begitu curhat beberapa klien kami.

Jawabannya bukan terletak pada salah atau benarnya digital marketing. Digital marketing hanyalah alat. Ibarat pisau dapur, apakah pisau itu salah kalau masakan kita gagal enak? Tentu tidak. Yang jadi soal adalah cara menggunakannya.

Hal pertama yang perlu disadari: Apa Tujuan Iklan Anda?

Sebelum Anda keluar uang untuk endorse, iklan berbayar, atau campaign lainnya, coba jawab dulu pertanyaan ini:

"Tujuan saya pasang iklan ini apa?"

Kalau jawaban Anda hanya: "Supaya produk saya laku." ... hehehe, ya tentu saja itu harapan semua orang. Tapi jawaban seperti itu terlalu umum dan tidak operasional. Tujuan iklan perlu lebih spesifik dan terukur. Contohnya:

  • Meningkatkan kunjungan ke halaman produk di marketplace/landing page

  • Menambah jumlah leads yang masuk ke WhatsApp

  • Meningkatkan awareness merek di target market

  • Mengumpulkan data pelanggan potensial lewat form

Tanpa tujuan yang jelas, Anda akan kesulitan mengevaluasi kinerja iklan, dan pada akhirnya hanya “membakar uang” tanpa arah.

Beberapa Tips Sebelum Anda Beriklan

kasus mcd jepang
  • Kenali Produk & Segmen Pasar Anda

    Ini hal paling mendasar namun paling sering dilewatkan. Banyak pelaku bisnis yang menjawab pertanyaan: "Siapa target pasar Anda?" dengan, "Semua orang." Memang benar... semua orang butuh baju, sepatu, makanan, minuman. Tapi tidak semua orang adalah target market Anda.

    Contoh:
    Anda menjual baju. Apakah untuk wanita karier usia 25–35 tahun di kota besar? Apakah untuk remaja laki-laki penggemar streetwear? Apakah untuk ibu rumah tangga yang mencari daster nyaman? Ketiganya berbeda:

    • Gaya komunikasi iklannya beda

    • Influencer yang cocok berbeda

    • Platform beriklan pun bisa berbeda

    Kalau Anda merasa produk Anda bisa untuk banyak segmen, mulailah dari satu segmen dulu yang paling potensial. Fokuskan strategi dan anggaran ke sana. Nanti setelah terbukti berhasil, baru bisa dikembangkan ke segmen lain.

  • Pahami Customer Journey

    Jangan berharap orang langsung beli hanya karena melihat satu iklan. Rata-rata orang perlu melihat, mengenal, mempertimbangkan, dan merasa yakin dulu sebelum membeli. Ada beberapa versi Customer Journey seperti AIDA, Sales Funel, Kotler (5A) dsb, berikut ini beberapa tahapan umumnya:

    • Awareness: calon pembeli baru tahu tentang produk/merek Anda

    • Interest: mulai tertarik, tapi belum ada niat beli

    • Consideration: membandingkan dengan produk sejenis, mulai serius

    • Purchase: akhirnya melakukan pembelian

    • Post-Purchase: menilai pengalaman, dan bisa jadi pelanggan setia

    Jika Anda hanya fokus pada satu titik (misal, iklan jualan langsung), Anda kehilangan banyak potensi di titik lainnya. Maka dari itu, strategi iklan Anda harus menyentuh seluruh perjalanan ini. Disclaimer, customer journey bisa berbeda tergatung beberapa hal seperti industri, model bisnis dan tahapan bisnis.

Kenapa Biaya Iklan Sering Tinggi?

Karena tanpa fondasi yang tepat, iklan hanya jadi “perjudian.” Algoritma akan bekerja optimal kalau data yang masuk bagus, segmentasi jelas, dan Anda tahu apa yang sedang diuji/dicapai. Beberapa penyebab biaya iklan membengkak:

  • Target market terlalu luas

  • Materi iklan tidak relevan dengan audiens

  • Landing page tidak meyakinkan

  • Tidak ada strategi retargeting

  • Tidak ada tolok ukur keberhasilan (KPI) yang jelas

Digital marketing bisa sangat menguntungkan — jika digunakan dengan benar. Tapi jika asal coba, tanpa strategi, tanpa mengenali siapa pasar Anda dan tanpa mengukur, maka boncos adalah hasil yang paling mungkin terjadi. Mulailah dari memahami produk dan pelanggan Anda. Buat customer journey yang menyeluruh. Lalu barulah Anda bisa menggunakan iklan digital sebagai alat bantu yang efektif, bukan sebagai mesin pembakar uang.

Kalau Anda masih bingung mulai dari mana, team Konsultan MitraLegal.co.id siap membantu mengevaluasi strategi pemasaran Anda dan menyusun pendekatan yang lebih efisien dan terukur.

Press ESC to close